Rabu, 21 April 2010

Jenis Profesi dalam TI

Jenis-Jenis Profesi dalam TI

Seperti yang kita ketahui, terdapat berbagai profesi yang ada pada bidang komunikasi dan telekomunikasi. Beberapa tenaga ahli pun sangat di butuhkan di berbagai bidang industri yang ada untuk meningkatkan kredibilitas suatuindustri tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis profesi yang ada di dalam teknologi informasi.

Jenis-jenis Profesi di bidang TI :

1. IT Support Officer

Kualifikasi :

1. D3 / S1 bidang Ilmu Komputer

2. Mahir Windows System, Linux System, Networking, Troubleshooting

3. Mampu bekerja dalam individu / tim

4. Memiliki motivasi kerja yang tinggi, energik, dan kreatif

5. Ulet dan pekerja keras

6. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan

7. Menguasai bahasa pemrograman AS/400 atau IT product development dan networking

komunikasi data atai metodologi pengembangan aplikasi (SDLC, waterfall) dan project

management

Tanggung Jawab :

1. Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT

2. Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.

3. Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software

Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll

4. Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia

jasa Email, hardware, dan software supplier, dll

5. Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang

berhubungan dengan IT

6. Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan department reguler

2. Network Administrator

Kualifikasi :

1. D3 / S1 bidang Ilmu Komputer

2. Usia 25-30 tahun

3. Pengalaman di bidang IT Network / Network Administrator 2-3 tahun

4. Memahami LAN, WAN, Mailserver, PDC/BDC, Linux / Free BSD

5. Menguasai Linux Redora Server

6. Menguasai secara mendalam win2000 administration tool

7. Mengikuti perkembangan TI terkini

8. Memiliki motivasi kerja yang tinggi, energik, dan kreatif

9. Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan

Tugas dan Tanggung Jawab antara lain :

- Maintain dan perawatan jaringan LAN

- Archive data

- Maintain dan perawatan komputer

3. Delphi Programmer

Kualifikasi :

1. S1 Teknologi Informasi

2. Usia 22-26 tahun

3. Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan

4. Mengerti dan memahami SQL Command, Oracle database, MySQL dan MSSQL Server.

5. Mempunyai karakter dan attitude yang baik

6. Mampu bekerja dengan supervisi yang minim

7. Mampu bekerja dalam Tim

8. GPA min. 2,75

9. Pengalaman 0-2 tahun

Tanggung Jawab :

a. Menguasai bahasa pemrograman Borland Delphi

b. Berpengalaman dalam database programming

c. Mengerti multi tier programming dan object oriented programming

4. Network Engineer

Kualifikasi :

1. S1 bidang Informatika

2. Pengalaman kerja sebagai Network Engineer

3. Memiliki sertifikasi setara Network Engineer (CCNA)

4. Menguasai dan wajib berpengalaman minimal 1 tahun mengelola LAN

5. Mengerti hardware (PC, Printer, Hub, dll)

6. Menguasai MS Windows, Linux dan Office

7. Menguasai PC Remote misal PC Anywhere atau lainnya

8. Menguasai database (SQL Server) merupakan nilai tambah

Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Maintenance LAN dan Koneksi Internet

2. Maintenance hardware

3. Maintenance database dan file

4. Help Desk

5. Inventory

5. IT Programmer

Kualifikasi :

1. Lulusan S1 Teknologi Informasi

2. Menguasai PHP, Java, OOP, MySQL, VB. NET/C#, C++

3. Pengalaman min 2 tahun

4. Mampu berbahasa inggris aktif, lisan maupun tulisan

5. Usia 20-30 tahun

6. Mampu melakukan Presentasi

7. Dapat bekerja dalam Tim

Tanggung Jawab :

1. Ambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak

2. Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak

3. Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan

4. Menyediakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal

maupun eksternal

5. Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan

6. Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, seperti dalam

sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam

portfolio pruduk IBM

7. Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan

8. Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam

perusahaan

6. Sistem Analis

Kualifikasi :

1. Pendidikan min S1

2. Pengalaman di bidangnya min 3 tahun

3. Usia maksimal 40 tahun

4. Mahir membuat software database windows/web sesuai kebutuhan perusahaan, pengolahan,

dan maintenance database.

5. Pengalaman mendevelop Business Intelligence/Datawarehouse/OLAP adalah sustu nilai

tambah

6. Jujur, bertanggung jawab, cepat belajar hal-hal baru, ramah, berorientasi customer service,

mampu bekerja mandiri dengan minimal supervisi maupun sebagai tim

7. Menguasai pemrograman visual windows dan web, programming (NET, VB, Delphi,

PowerBuilder, Clarion, dll) dan konsep RDBMS (SQL Server/Oracle/MySQL/ASA, dll)

Tanggung Jawab Utama :

1. Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada

maupun untuk rancangan suatu sistem.

2. Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem

pengoperasian.

3. Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade

perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya. Melakukan analisis dan

evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap

kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.

4. Mempersiapkan flow chart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari

sistem yang digunakan.

5. Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan

hardware dan software

6. Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di

dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.

7. Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan

yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.

8. Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi

situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.

9. Instal, konfigurasi, dan upgrade seluruh peralatan komputer, termasuk network card, printer,

modem, mouse dan sebagainya.

10. Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin

konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.

11. Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.

12. Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility,

biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada

13. Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan

14. Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan

untuk masa yang akan datang.

15. Melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan yang ditugaskan.

Tanggung Jawab Lainnya :

1. Membantu pegawai dari deparemen lain dalam permasalahan yang menyangkut computer

2. Menyediakan waktu untuk on-the-job training kepada pegawai baru.

3. Mengadakan orientasi mengenai komputer kepada staf baru

4. Bertanggung jawab dalam sistem pengoperasian dan sub-sistem yang berhubungan.

5. Menyediakan support di tingkat sistem untuk pengoperasian sistem bagi multi-user,

peralatan hardware dan software, termasuk instalasi, konfigurasi, perbaikan, dan pemeliharaan segala perangkat tersebut.

6. Mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan komputer.

Sumber : 5_Jenis-jenis_Profesi_di_ti.pdf

Profesi Teknologi Informasi

Profesi Teknologi Informasi

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dimiliki seseorang untuk mendapatkan nafkah hidup dan dilakukan dengan secara sungguh-sungguh dan profesional. Banyak profesi yang terdapat didalam dunia kerja saat ini. Baik di bidang industri maupun informasi profesi apapun dapat ditemui. Berikut adalah standardisasi profesi dalam teknologi informasi.

Standardisasi Profesi dalam Teknologi Informasi

Saat ini Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat pesat. Secara tidak langsung dinamika industri di bidang ini juga meningkat dan menuntut para profesionalnya rutin dan berkesinambungan mengikuti aktifitas menambah ketrampilan dan pengetahuan baru.

Perkembangan industri TI ini membutuhkan suatu formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan profesi yang berkaitan dengan keahlian dan fungsi dari tiap jabatannya.

Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk dibentuknya suatu standar profesi di bidang tersebut. Para profesional TI, sudah sejak lama mengharapkan adanya suatu standard kemampuan yang kontinyu dalam profesi tersebut.

Jika dikaji lebih lanjut, standard yang tepat dan teliti untuk profesi ini hanya akan memiliki sedikit relevansi jika tidak adanya proses yang menjamin kemutakhiran pengetahuan profesi TI.

Secara logis dapat dikatakan, seseorang yang memenuhi persyaratan pengetahuan dan ketrampilan beberapa tahun lalu, belum tentu dapat memenuhi persyaratan sebagai profesional TI di masa kini.

IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan Informatika di Indonesia telah membuat beberapa langkah untuk memasyarakatkan standardisasi profesinya.

Langkah-langkah yang telah disusun tersebut ada beberapa pentahapan :

1. Penyusunan kode etik profesional Teknologi Informasi,

2. Penyusunan klasifikasi pekerjaan (Job) Teknologi Informasi,

3. Penerapan mekanisme sertifikasi untuk profesional Teknologi Informasi,

4. Penerapan sistem akreditasi untuk pusat pelatihan dalam upaya pengembangan profesi,

5. Penerapan mekanisme re-sertifikasi.

Untuk memasyarakatkan standarisasi profesi TI, diperlukan media promosi yang dapat berupa radio, majalah, internet atau bahkan televisi. Terlebih lagi adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, terutama bagian kurikulum karena pendidikan dalam bidang TI harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.

Promosi ini memiliki berbagai sasaran dan pada tiap-tiap sasaran mempunyai tujuan yang ingin dicapai:

- Pemerintah, untuk memberi saran dan pembuat kebijakan sebagai usaha pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya di bidang TI.

- Pemberi kerja, untuk membangkitkan kesadaran diantara para pemberi kerja tentang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.

- Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI melihat nilai-nilai standard dalam profesi dan karir mereka.

- Institusi dan Penyusun kebijakan pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional TI.

- Masyarakat umum, untuk menyadarkan pada masyarakat umum bahwa standard profesional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.

Instansi pemerintah telah mulai melakukan pekerjaan dalam bidang TI. Bagaimanapun juga klasifikasi pekerjaan tersebut masih belum dapat mengakomodasikannya.

Terlebih lagi, deskripsi pekerjaan setiap klasifikasi pekerjaan masih tidak jelas dalam membedakan setiap pekerjaan.

Ada beberapa industri mempunyai klasifikasi pekerjaannya sendiri dan telah mengembangkan klasifikasi pekerjaan sendiri. Hal ini mengesankan belum adanya standarisasi sehingga menimbulkan kesulitan bagi para profesional TI.

Komponen pokok yang harus diperhatikan dalam menentukan standard profesi adalah kompetensi. Kompetensi di sini mencakup :

- Pendidikan yang berkaitan dengan profesinya,

- Pengetahuan dan ketrampilan dibidang yang bersangkutan,

- Working attitude (sikap kerja),

- Kemampuan komunikasi dan sosial serta training.

Batasi Profesional TI Asing

Standard kompetensi itu diharapkan dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam dunia TI.

Dengan adanya kebutuhan untuk mewujudkan dan menjaga standard profesional yang tinggi tersebut, diharapkan standarisasi yang telah terbentuk nantinya akan memberikan banyak manfaat yang sejalan dengan model Link and Match, serta mendukung era perdagangan internasional.

Disamping itu, dengan menerapkan model standard yang telah diakui, tenaga TI lokal akan diakui secara regional. Perusahaan Multinasional akan mengakui keahlian tenaga TI tersebut.

Ini akan memberikan nilai tambah bagi tenaga TI lokal. Berkaitan dengan adanya freedom of movement dari tenaga kerja, standard nasional yang memenuhi standard regional ini diharapkan dapat membatasi masuknya profesional TI asing, serta menjadikan lebih diakuinya kemampuan profesional TI nasional.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/harian/0403/01/ragam4.htm

Bahaya Kanker Serviks Bagi Wanita

Kanker Serviks

Sekedar informasi bagi semua wanita. Dibawah ini adalah artikel mengenai kanker serviks. Penyakit ini menyerang wanita yang ada di seluruh dunia. Berikut adalah sedikit informasi lebihjelas mengenai penyakit kanker serviks ini.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Berikut 13 hal yang wajib Anda ketahui tentang kanker serviks.

1. Apa itu kanker serviks?
Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

2. Seberapa berbahaya penyakit ini?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa penyebabnya?
Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana penularannya?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

5. Apa saja gejalanya?
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Sumber : http://female.kompas.com/read/xml/2009/03/27/13235013/13.fakta.kanker.serviks.1le